Sayap kedamaian
Tubuh seakan terbang bersama angin
Melayang keangkasa bertemankan awan
Akal berkelana mengitari luas angkasa
Mengembara sejauh impian menanti
Mata seakan berat tuk memandang
Telinga seolah tersumbat tuk mendengar
Jari jemari kaku tiada merasa
Bibir terkatup tak sanggup bertutur
Lalu lidah seakan beku tuk bergerak
Desah nafas mengatur diri
Sembari membagi ketenangan
Sunyi senyap dalam kesepian
Berselimutkan gelapnya malam
Kemudian tubuh kurebahkan
Teripikir akan hal semua ini
Nurani terbisikkan sucinya qalbu
Oh… aku tersadar
Diri ini lemah tiada daya
Aku tiada memiliki
Bahkan diriku sendiri
Sunggu aku sadar…
Lupa akan keberadaanku
Tubuh, akal, mata, jari jemari
Bahkan seluruh jasmani dan rohani
Adalah milik dan ciptaan-Nya
Sungguh aku tiada memiliki
Jiwa raga akan kupersembahkan pada-Nya jua
Demi menggapai keridhoan dari-Nya
Lalu terbang kesurga
Dengan sayap-sayap kedamaian.
20 april, 2005

















Post a Comment